Bupati Paparkan Potensi SDA Natuna KTT G.20 Jepang

Natuna, (Kepripos.co.id)-

Sekda Natuna, Wan Siswandi S.Sos M.Si, didampingi Kabag Humas dan Protokol Budi Dharma, menggelar Konfrensi Pers terkait kunjungan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, bersama sejumlah Pimpinan OPD ke Jepang, di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Jalan Batu Sisir Bukit Arai – Ranai, Jumat, (21/6/2019).

Sekda Wansiswandi mengatakan, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, bersama sejumlah Pimpinan OPD, akan melakukan kunjungan ke Jepang, guna menindaklanjuti pertemuan Dubes Jepang dengan Bupati Hamid Rizal, saat berkunjung ke Natuna beberapa bulan lalu.

Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal, mendapat kehormatan di undang langsung oleh Pemerintah Jepang. Dari ratusan Kabupaten, hanya 2 (dua) Kabupaten yang mendapat kesempatan, yaitu Kabupaten Natuna dan Kabupaten Morotai.

Undangan tersebut diselaraskan dengan adanya kegiatan KTT G-20, dimana Negara Jepang dipercaya menjadi tuan rumah. Dalam giat tersebut akan diselenggarakan side event, berupa forum bisnis difokuskan untuk mendorong promosi perdagangan, investasi dan pariwisata Indonesia oleh KJRI Osaka.

Natuna diundang guna memaparkan potensi wilayah kepada puluhan Negara yang hadir pada saat KTT G.20. Ini bagai gayung bersambut, karena sebelumnya Dubes Jepang sudah bertemu dengan Bupati Hamid Rizal di Natuna .

Jika tidak ada perubahan tahun depan akan membangun pasar Natuna lewat kementerian perikanan sebesar Rp 100 millyar. Posisinya dekat pasar Ranai. Pada APBD – P nantinya akan dilakukan pembebasan lahan untuk jalan.

“Natuna seharusnya bangga, dari ratusan Kabupaten, hanya Kabupaten Natuna dan Morotai dapat kesempatan. Perlu diketahui tujuan menghadiri kunjungan ini tidak lain untuk kemajuan pembangunan dan perekonomian Natuna. Sebab Natuna punya potensi besar untuk dikembangkan,” papar Wansis.

Sementara pihaknya sedang mengurus izin dari Gubernur Kepri, dari Kementerian dan instansi lainnya.

Bupati Natuna secara khusus diminta untuk memaparkan potensi SDA Natuna. Forum ini sangat penting dalam pengembangan perikanan dan wisata.

Didalamnya juga akan dibahas tentang peningkatan realisasi investasi Jepang, peningkatan ekspor produk Indonesia ke Jepang, pembentukan kerja sama antara Indonesia dengan Jepang, kesempatan tenaga kerja Indonesia di Jepang, pengembangan inovasi teknologi di Indonesia, serta peningkatan wisata Jepang di Indonesia.

“Kedepannya, Dua sektor ini, yaitu perikanan dan pariwisata merupakan tulang punggung untuk mengisi pundi-pundi PAD Natuna. Sebab Natuna bukan lagi penghasil migas melainkan Provinsi. Jadi jika Natuna mau menikmati hasil migas itu, harus jadi Provinsi dulu, biar semua wewenangnya jatuh pada Natuna,” terang Wansis.

Giat tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 26 hingga 27-2019 di Osaka Central Publik Hall. Indonesia Japan Basines Forum (IJBF) akan dibagi 3 (tiga) kegiatan. Selama dua hari akan dilakukan seminar bersama pejabat Pemerintah Indonesia sebagai narasumber.

Ikut dalam giat itu, Kadis Pariwisata Hardinansyah, Kepala Penanaman modal Indra Joni, Kadisperindag, Agus Supardi, Kepala Dinas Perikanan Zakimin, Kasubag Protokoler Defrizal, dan Kasubag antar lembaga Ronnie Indra.

Sementara dari Indonesia, ada beberapa Gubernur dan Kementerian terkait, termasuk Gubernur BI.** red

Sharing