Cegah Game Melalui Fastival Tingkah Beduk

Natuna, (Kepripos.co.id)-

Budaya Islam perlu ditumbuh kembangkan termasuk budaya tingkah beduk, seni budaya islami ini bisa membendungi kegemaran anak anak dari kecanduan bermain, disampaikan oleh Camat Bunguran Selatan dalam sambutannya pada acara festival beduk dalam rangka semarak menyambut hari raya 1440 H, bertempat di halam Masjid Besar Samaratul Infaq Kecamatan Bunguran Selatan, 10/08/2919 malam.

Cemaga ditahun enam puluhan merupakan desa yang cukup maju, bukan saja dari sektor perkebunan kelapanya yang berbaris disepanjang pantai, kebun lada hitampun cukup terkenal di sana, sehingga masyarakat tempatan meberikan nama kampung bernama Lada Hitam.

Selesai solat magrib dirumah rumah penduduk dikala itu diwarna suara anak anak belajar mengaji Al Qur’an mulai dari tingkat dasar hingga tajwid. Begitu dengan kaum ibu, disore hari minimal seminggu sekali belajar tajwid di masjid masjid dan surau surau, kini kegiatan itu sudah mulai memudar.

Dikala romadlan tiba, sehabis solat taraweh anak anak selalu bertingkah ( menabuh- red ) beduk. Kini budaya pelan pelan terkikis, oleh karenanya Camat Bunguran Selatan Muhammad Fadli mengajak anak anak hingga dewasa, bahkan termasuk golongan manula bertingkah beduk dalam sebuah festival beduk sempeda memeriah malam Idul Adha 1440 H. “ Ini perlu kita galakkan kembali, seni buadaya Islam bertingkah beduk memerlukan sebuah kebersama dan kekompakan sehingga melahirkan suara bunyi yang bagus, kegiatan positip ini akan mempu mencegah kecanduan bermain game bagi anak anak”.

Festival beduk tingkat kecamatan Bunguran Selatan diikuti oleh 12 utusan masjid das surau. Festival ini tidak memisahkan tingkat umur.
Adapun pemenangnya, Juara ke empat didapatkan oleh regu dari Surau Darus Salam Lada Hitam, sementara ke tiga diraih oleh regu Masjid Al Maarif Cemaga Tenga, kemudian Juara ke dua rebut oleh regu Masjid Hidayatul Aqbar Teluk Depeh Cemaga Selatan, semenatara pertama diboyong oleh regu Masjid Besar Samaratul Infaq Cemaga.

Alhasil pemegang juara didominasi oleh regu dewasa (manula), kekompakan menabuh beduk lebih serasi dan nyaman didengar, sementara kaula muda yang hari sudah masuk dalam dunia informasi kominikasi on line, game on line waktu waktunya terhabiskan oleh dunia maya, sihinnga seni budaya Islam terlupakan, termasuk bertingkah beduk.** R.2

Sharing