Menyongsong Wisata Natuna Mendunia

Natuna (kepripos.co.id)-

Majunya pariwisata Natuna tidak terlepas besaran anggaran yang dipersiapkan, mulai dari inprastruktur, pembinaan hingga promosi, hal ini disampaikan oleh kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan Hardinansyah pada acara pembukaan pelatihan tatakelola destinasi wisata Natuna, 24/09/2014.

Lanjut Aan, kita ( Parbud –red) perlu anggaran tersendiri untuk memenuhi kebutuhan kepariwisataan agar kebutahan dunia pariwisata Natuna lebih cepat berkembang, namun untuk teknisnya kita kembalikan kepada dinasnya masing-masing, hanya saja rensranya ada di Parbud.

Juga untuk memajukan wisata tidak terlepas dari empat hal yaitu atraksi, aksesibilitas, amenitas dan ancilliary (organisasi/lembaga yang mengatur/mengelolanya). Ini menjadi penting karena walaupun destinasi sudah mempunyai atraksi, aksesibilitas dan amenitas yang baik, tapi jika tidak ada yang mengatur dan mengurus maka ke depannya pasti akan terbengkalai. Organisasi sebuah destinasi akan melakukan tugasnya seperti sebuah perusahaan, sehingga bisa memberikan keuntungan kepada pihak terkait seperti pemerintah, masyarakat sekitar, wisatawan, lingkungan dan para stakeholder lainnya, terang Aan.

Berkaitan hal tersebut melalui kegiatan Pelatihan Tata kelola Destinasi Pariwisata dan Pelatihan Manajemen Home Stay/Pondok Wisata pada kegiatan Peningkatan Peran serta Masyarakat dalam Pengembangan Kemitraan Pariwisata thn 2019 yg dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, perlu ada pelatihan agar pengelolaan destinasi wisata menjadi lebih baik, tutup Aan.

Kabid Destinasi wisata Erlizar Selaku panitia pelaksana berharap dengan pelatihan ini peserta bisa mengerti dan memahami cara mengelola destinasi yang baik sehingga wisatawan merasa nyaman ketika berada di destinasi wisata atau lebih dikenal dengan sapta pesona (7 pesona) yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan.

Kegiatan tersebut dimulai 24 September sd 26 september 2019 dengan peserta dari Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), BUMDes Pengelola Objek Wisata dan Pengelola home stay.

Adapun narasumber berasal dari perguruan tinggi di Batam Tourism Polytechnic (BTP), Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata Lancang Kuning Nusantara Pekanbaru, Kepala Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kab. Natuna dan Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kab. Natuna dengan materi, Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kab. Natuna, Service Excelen bagi petugas Keamanan di Objek Wisata, Konsep Pembuatan Materi Promosi Pariwisata di Destinasi Wisata, Sumber Daya Manusia Pariwisata & Pelayanan Prima, Tata Kelola Destinasi/Objek dan Daya Tarik Wisata, Standar Tata Kelola/Manajemen Home Stay & Pondok Wisata, Tinjau Lokasi & Praktek Lapangan, terangnya.

Dilaksanakan pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata dan Pelatihan Manajemen Homestay/Pondok Wisata dapat memperbaiki kualitas pelayanan kepariwisataan dan diharapkan bisa membawa perubahan pada wajah destinasi dengan menerapkan dan mengaplikasikannya melalui peran kelompok masyarakat sebagai ujung tombak yg bersentuhan langsung dengan wisatawan.

Setelah melaksanakan pelatihan dalam ruangan selama dua hari, dihari ke tiga peserta melaksanakan praktek lapangan di Alif stone park dan Giosite Pantai Batu Kasah Geopark Nasional Natuna** R.2

Sharing