Perubahan RPJPD Perlu Kaji Lingkungan

Natuna, (kepripos.co.id)-

Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis ( KLHS ) perlu dilakukan Uji publik dalam perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah ( RPJPD ) Kabupaten Natuna Tahun 2005-2025, disampaikan oleh Wakil Bupati Natuna Dra. Hj.Ngesti Yuni Suprapti MA. pada acara Uji Publik LKHS di Gedung Sri Serindit Jalan Yos Sudarso Kelurahan Batu Hitam Ranai,Kecamatan Bunguran timur, Kabupaten Natuna Provinsi Kepri.Rabu,(06/11).

Lanjut Ngesti dalam sambutannya mengatakan,”Pelaksanaan kegiatan RPJPD ini sangatlah perlu dilakukan, guna mesingkronisasi Rencana Pembangunan Jangka Panjag Daerah ( RPJMD ), RPJPD dengan Rencana Tata Ruang Wiyah yang mampu mangakomudir rencana pembangunan dari pemerintah pusat yg begitu cepat, tentu perlu dijaga kwalitas lingkungan hidup untuk pembangunan berkelanjutan, sehingga perlu diuji pablik terhadap Kajian Lingkungan Hidup Strategis ( KLHS) seperti diamatkan dalam UU No 32 tahun 2009″.

Tentu kajian ini perlu menyentuh semua aspek, termasuk kajian keberadaan laut Kabupaten Natuna yang wilayah lautnya mencapai 99 persen, terang Ngesti.

RPJPD ( Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah)  merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk  jangka periode selama 20 tahun  yang berisi  penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah dalam menyusun RPJMD, serta memperhatikan RPJM Nasional, Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 17 Tahun 2007, tegas Nesti.

Melalui sambungan telp (07/11) Anggota Komisi III DPRD Natuna Erimarka meminta kepada semua elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan, khususnya nelayan, “bawalah sampah pelastik bungkus lomsum jangan dibuang ke laut, agar karang ( rumah biota laut) tidak rusak, bawalah kembali ke darat. Juga hindari dalam menangkap ikan mempergunakan potasium dan tuba, jika karang mati bukan saja akan menyulitkan nelayan itu sendiri, bahkan akan menurunkan minat wiatawan diving untuk ke Natuna”.

Untuk membudayakan bawa kembali sampah plastik kedarat memerlukan peran serta pemerintah Desa, kelompok nelayan dan peran DLH. Terpentingnya lagi yaitu tersedianya tong sampah di pelabuhan.

Sebagai Narasumber Uji Pablik KLHS didatangkan dari Dirjen Banda Kementerian dalam negeri Agus Agung Prabowo dan peneliti lingkungan hidup dari universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan Prof.Dr.Ir. H. Syaripudin Kadir, M.Si ( team ).

Pada acara yang diselenggarakan oleh BP3D ini dihadiri oleh OPD, Camat, Perwakilan Organisasi, juga hadir Wakil Ketua DPRD Natuna Daeng Ganda, beserta beberapa anggota DPRD Natuna lainya..** Red

Sharing