Pangan Selama Musim Utara Masih Cukup

Natuna, (Kepripos.co.id)-

Pangan merupakan hal yang sangat penting dan strategis bagi keberlangsungan hidup manusia, permasalahan pangan mendorong setiap Daerah untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan. Jikalau kita tidak lanjut mau makan apa, apalagi di Natuna ketika menjelang bulan Desember masalah ketahanan pangan, kecukupan pangan, sehingga bisa terjamin kecukupannya.

Ketika bulan Mei dan Juni sudah kita masukkan beras, tepung, gandum jadi kebutuhan tersebut bisa terpenuhi dengan baik ketika menjelang masuk musim Utara karena hal tersebut sudah terjawab melalui kapal-kapal besar yang mampu membawa bahan pokok makanan tersebut ke Natuna sehingga tidak terjadinya kekurangan bahan pokok makanan”, hal ini disampaikan oleh Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, M. Si. dalam acara rapat koordinasi ketahanan pangan, di Asrama haji Natuna Ranai, 17/12/2019, pagi.

Lanjut Hamid, undang-undang no 18 tahun 2012 tentang pangan dan peraturan Pemerintah no 17 tahun 2015 tentang ketahanan pangan dan gizi mengamanatkan Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban untuk menyusun, membangun dan mengembangkan sistem informasi pangan dan gizi yang terintegrasi, yang selanjutnya dapat digunakan untuk perencanaan,pemantauan dan evaluasi, serta sebagai sistem peringatan dini terhadap masalah pangan dan kerawanan gizi.

Dalam kesempatan yang sama Perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan(DKP) Natuna Ibuk Sri Hariningsih, S.E. M. Si. mengatakan” Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) merupakan peta tematik yang menggambarkan visualisasi geograpis wilayah tahan dan rentan rawan pangan yang merupakan, data atau informasi untuk mengambil keputusan terkait intervensi kerawanan pangan dan gizi”.

Menurut Hariningsih, FSVA terbagi ke tiga wilayah yaitu, FSVA Nasional di wilayah Kabupaten, FSVA Provinsi di wilayah Kecamatan, FSVA Kabupaten di wilayah Desa. Setelah di kelompokkan menjadi suatu data yang akurat baru bisa di ambil sebuah keputusan untuk ditetapkan sebagai wilayah yang rawan pangan dan gizi.

Adapun beberapa indikator wilayah yang termasuk ke Daerah yang rentan rawan pangan yaitu, rasio luas bahan baku terhadap luas wilayah, sarana penyedia pangan terhadap jumlah Kk/rumah tangga, penduduk tingkat kesejahteraan terendah terhadap jumlah penduduk, kategori akses penghubung memadai melalui darat, laut dan udara. Rasio jumlah KK/ rumah tangga tanpa akses air bersih terhadap jumlah KK, rasio jumlah penduduk terhadap jumlah tenaga kesehatan.
Sedangkan lokasi yang termasuk di wilayah rentan pangan dan gizi yaitu, terdapat di Kecamatan Bunguran Barat, Pulau tiga, Bunguran Timur Laut, Bunguran Utara dan Subi.
Turut Hadir dalam kegiatan ini, OPD, serta undangan lainnya.** R.02

Laporan : Irwanto.

Sharing