Seminar Selamatkan Natuna dari Sampah

Natuna, (Kepripos.co.id)-

Pemuda perlu mengerti tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar tetap terlestarikan, untuk itu pemuda perlu mencontoh kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga lingkungan.  Hal ini disampaikan oleh lurah Ranai Suparman dalam kegiatan seminar lingkungan di gedung aula STAI Natuna lantai 4, (15/10), selasa malam.

Parman mengapresiasi kegiatan ini, Seminar akan membawa dampak positif bagi kaum muda tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup agar tetap terlestari. Kegiatan seminar selanjutnya akan mengangkat tema tentang lingkungan sehat dan masalah kepemudaan, agar para pemuda bisa mengerti tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.  Selaku kaum muda kita di tuntut untuk menjadi contoh di kalangan masyarakat betapa pentingnya menjaga lingkungan.

Ketua STAI Natuna H. Kartubi, S.E. M. E. I. dalam sambutannya,  bahwa kawasan hutan terdiri dari hutan lindung, hutan produksi, hutan produksi kompersi, sebelum melakukan penebangan maka kita harus tahu hutan yang boleh ditebang dan sudah mengantongi izin terlebih dahulu dulu agar kita tidak merusak lingkungan hutan dan tidak bermasalah dengan hukum.

Lanjut Kartubi, Karang termasuk lingkungan sangat berpengaruh sekali bagi kehidupan ikan dan biota lainya, oleh karenanya nelayan dilarang menggunakan potasium dalam menangkap ikan.  Jika terumbu karang mati maka biota laut tidak bisa berkembang biak yang akan berpengaruh pada tangkapan nelayan dan wisata bahari, seperi mincing, diving dan snorkeling.

Selaku mahasiswa-mahasiswi bertugas untuk menjaga dan mensosialisasikan ilmu yang di dapat dari kegiatan seminar ini kepada masyarakat nelayan agar lingkungan bawah laut bisa terjaga dengan baik. Lakukan pembinaan kepada nelayan jika ditemukan menggunakan potassium , apabila masih juga menggunakan potasium perlu dilaporkan kepada phak berwajib.

Wakil katua I DPRD Natuna Daeng Ganda selaku nara sumeber meminta kepada masyarakat untuk ramah sampah dengan cara membuang sampah pada tempatnya , memisahkan sampah organic dengan sampah pelastik.

Ganda minta kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup untuk mengolah sampah organic menjadi pupuk organic dan mendaur ulang sampah pelastik agar bernilai ekonomis.

Camat Bunguran Timur Wan Suhardi selaku narasumber mengajak masyarakat hidup bersih setiap hari dengan cara membuang sampah dilingkungan rumah masing-masing setiap hari pula, sehingga akan terujud kota sehat dan bersih yang diimpikan bersama.

Disamping itu, sambah merupakan penyebab utama kerusukan ekosietem, termasuk menurunnya kwalitas air, penyebab bau yang tidak enak dan sumber, penyakit.

Sementara menurut,  Kasi Limbah B3 dan peningkatan kapasitas dinas lingkungan hidup Afriyudi sebagai narasumeber menitik beratkan kepada penyadaran masyarakat akan arti penting pemisahan sampah pelastik dengan sampah organic. Sampah pelastik yang menyebabkan pencemaran akan dicacah dengan mesin pencacah pelatik oleh pihak ke tiga dibawah pembinaan DLH Natuna.

Kegiatan seminar ini di ikuti oleh kurang lebih 100 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswi STAI Natuna, yang mendatangkan narasumber dari Wakil Ketua I DPRD Natuna Daeng Ganda Rahmatullah, SH. Camat Bunguran Timur H. Wan Suhardi, SE. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna Afriyudi, ST. Ketua Mapala STAI Natuna Usman.

Kegiatan ini dilaksanakan atas kerja sama Karang Taruna Kelurahan Ranai dan Mapala STAI Natuna, dengan tema seminar, “peran aktif pemuda dalam mendukung penyehatan lingkungan “.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Karang Taruna Kelurahan Ranai, mahasiswa-mahasiswi STAI Natuna. kegiatan ini terlaksana atas kerja sama pihak Mapala yang bersinergi dengan Karang Taruna Ranai.**

Laporan : r. 01/ Irwanto

Sharing