Polres Lingga Lakukan Penyelidikan Terkait Dugaan Pemotongan Dana BLT Desa Mamud

LINGGA – Pemberitaan terkait dugaan pemangkasan (BLT) Bantuan Langsung Tunai Desa Mamud Kecamatan Senayang saat pencairan, pangkasan dana bantuan langsung tunai sebesar Rp. 530.000 Per-KK. Satreskrim Polres Lingga tindak tanggap akan lakukan Investigasi ke Desa Mamud Kecamatan Senayang (Lingga).

Kasatreskrimnya AKP Rangga Primazada SH., S.IK melalui Kanit ll Tipikor Polres Lingga IBDA Wisuda Meitari kepada wartawan mengatakan, Terkait adanya tayangan pemberitaan yang bertajuk, “Cairkan Dua Tahap Dana BLT, Kades Mamud Pangkas Rp.530.000 Per-KK”, pihaknya akan segera melakukan Lidik langsung ke Desa Mamud.

“Hari ini kita akan melakukan penyelidikan langsung ke-Desa Mamud menjumpai warga dan Kadesnya guna menggali informasi kongkrit dalam hal pembagian BLT yang dipangkas tersebut”, Ucap IBDA Wisuda Meitari melalui via WhatsAppnya, Rabu 25/06/2020 sekira pukul 10.21 wib.

Kata Wisuda Meitari, untuk melakukan penyelidikan saya bersama dua anggota yang akan turun langsung ke-Desa Mamud, Dan setelah ambil bahan keterangan disana pihaknya akan ke Inspektorat guna koordinasi Aparatur Pengawas Internal Pemeritah (APIP), pungkasnya.

Selanjutnya berdasarkan hasil konfirmasi wartawan terkait tanggapan tayangan pemberitaan Kades Mamud H. Mar mengatakan, bahwa”Pemangkasan pencairan dana BLT dua tahap sebesar Rp.530.000 tersebut guna menutupi uangnya yang dipakai untuk pembelian beras yang dibagikan sebanyak 20 Kg Per-KK untuk tahap pertama mengingat warga masyarakatnya mau lebaran, dan ini dilakukan sebelum anggaran DD cair”, jelas kades melalui via telpon seluler Rabu 25/06/2020 sekira pukul 11.34 wib.

Juga di katakan kades Mamud tersebut, dari hasil koordinasi petunjuk dan saran kepada Bupati Lingga dan Camat Senayang, Keseluruhan warga desa mamud bukan hanya menerima bantuan BLT yang dianggarkan 30 persen melalui anggran DD saja. Melainkan sudah mendapat persetujuan untuk warganya menerima juga bantuan yang disalurkan melalui bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), tutup nya.***

Laporan: Mansyur

Sharing