WS-RH : Sumber Daya Alam Menuju Natuna Maju

NATUNA– Pada malam itu Calon Bupati Natuna Wan Siswandi dan Calon Wakil Bupati Natuna Nomur urut 2 menyambangi salah satu rumah warga di desa Tapau Kecamatan Bunguran Tengah dalam rangka kampanye dialogis, (01/09/2020) malam.

Desa ini merupakan desa transmigrasi dengan mayoritas penduduknya berasal dari Pulau Jawa yang memiliki harapan lebih baik setelah berada di Natuna. Namun kendala masih terjadi kendala menuju Natuna Maju.

Suatu harapan dari masyarakat desa tersebut terhadap Calon Bupati dan Wakil Bupati ( WS-RH) bisa mengurai permasalahan yang mereka hadapi, baik itu pemasaran hasil pertanian dan perkebunan, persoalan lowongan pekerjaan tamatan SMA.

Wan Sis selaku calon bupati nomor Urut 2 ini menyampaikan solusi persoalan masyarakat akan rendahnya harga karet, kelapa, cengkeh dan lainnya, kita perlu bentuk induk koperasi yang memiliki modal kuat dan jaringan pemasaran baik didalam maupu luar negeri.

Untuk menjembatani ke koperasi induk, di desa perlu membentuk koperasi perdangan umum milki BUMDes, ini diperlukan guna memperpendek layanan kemasyarakat.

Persoalan sempit lowongan tenaga kerja saat ini bisa diatasi dengan program agro wisata, kita perlu menata perkebunan, pertanian dan peternakan berbasis pariwisata. Pola ini bisa mendapat dua sumber pendapatan, hasilnya bisa ditampung oleh induk koperasi , disisi lain para wisatawan akan membeli secara langsung diperkebunan.
Jika kita jadikan dimana tempat adalah destinasi wisata, baik wisata bahari maupun agro wisata tentu wisatawan mancana Negara maupun domestic akan memilih Natuna untuk daerah kunjungannya, sampai Sis.

Begitu juga dengan Calon Wakil Bupati nomor urut 2, kesempatan kerja di Natuna cukup kerja diluar PNS masih bisa diciptakan. Kita perlu memanggil perusahaan untuk berinvestasi di Natuna. Industry hasil tangkapan nelayan banyak dilirik oleh investor.
Untuk mendukung industry ini, pemerintah berkewajiban membuat pelabuhan pelelangan ikan di SKPT selat lampa guna memenuhi kebutuhan ikan dan merupakan Pendapatan Asli Daerah Natuna.

Perindustrian berbasis tenaga kerja masal ini perlu kita hadirkan di Natuna, contoh Industri pengalengan ikan, tenaga yang dibutuhkan mulai dari tukang timbang, memisahkan tulang ikan, membersihkan ikan hingga pengalengan, buruh bongkar muat semuanya kebagian penghasilan.

Namun untuk memasuki tanaga kerja berbasis skil kita perlu menterening anak anak kita di Balai Tenaga Kertja terlebih dahulu, ini peran kami (WS-RH ).

Untuk industri rumah seperti kerupuk ikan, keripik ubi dan lainnya perlu disentuh teknologi, supaya nilai produksi menurun, sehingga penghasilannya meningkat. Kemudian koperasi yang akan menumbus pemasarannya baik dalam negeri maupun manca Negara,terang Rodial.

Diahir pertemua WS-RH menyampaikan, kesemua keinginan kita akan tercapai, masyarakat perlu mendukung kami, mendo’akan kami dan mimilh kami pada tanggal 9 Desember Nanti, tanpa komando masyarakat menjawan Siaaappp.**

Laporan: Fadil – R02

Sharing