Ngesti Buka Workshop Operator Dapodikpaud dan Operator Dapodikdas

NATUNA – Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa diperlukan rencana strategis di sektor pendidikan. Sedangkan Dapodik merupakan urat nadi sekolah, dimana didalamnya tersimpan seluruh rencana mendetail, real dan akurat yang akan dilaporkan ke pusat.

Untuk itu pengoperasian entry data tersebut harus benar-benar memahami penggunaan aplikasi, serta bertanggungjawab akan hal tersebut, mengingat data yang akan disajikan berkaitan erat bagi pengembangan sekolah.

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti ketika membuka secara resmi kegiatan Workshop Operator Dapodikpaud dan Operator Dapodikdas tahun 2020, Senin (19/10) pagi, bertempat di Rumah Makan Sisi Basisir, Ranai. Acara di hadiri oleh para pejabat Dinas Pendidikan, Kepala sekolah, para dewan pendidikan dan pengawas pendidikan.

Ngesti melanjutkan, dalam meningkatkan sector pendidikan, para pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi dengan program kerja pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Hal ini menjadi penting mengingat regulasi dan strategi pendidikan sering berubah tergantung berbagai kondisi terkini.

Selain itu, demi mencegah terjadinya kerugian dari pihak sekolah terkait pengentrian data dalam aplikasi diatas, Ngesti juga mengharapkan agar seluruh Kepala Sekolah selalu melakukan pengawasan, pemantauan dan tanggungjawab kepada Operator Sekolah.

Ngesti juga mengingatkan bahwa tantangan Pandemic Covid-19 menjadi dilemma baru dunia pendidikan, mengingat proses pembelajaran sebelumnya dilakukan secara tatap muka disekolah dan berkumpul antara murid dan guru, namun proses pembelajaran itu terpaksa dirubah bagi memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Kepada pihak sekolah, Ngesti mengingatkan agar tetap konsisten menerapkan Protokol Kesehatan dalam proses pembelajaran, memakai masker, hand sanitizer, selalu menjaga kebersihan, jaga jarak aman dalam setiap aktivitas sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama ketua pelaksana sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna, Suherman, S.H melaporkan bahwa prinsip dasar kegiatan mencerdaskan Operator sekolah bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengelola data pokok sekolah dan menemukan informasi terbaru tentang sistem manajemen pendataan pendidikan dan informasi aplikasi pendidikan.

Kegiatan ini diikut oleh 80 orang perwakilan dari 15 kecamatan, dengan rincian Operator TK/PAUD 40 orang, Operator SD 33 orang dan operator dari SMP sebanyak 3 orang.**

Lopran : Fandi/R02

Sharing