Penanganan Covid-19 Perlu Sinergitas Agar Natuna Kembali ke Zona Hijau

Natuna -Ruang khusus tersebut dipusatkan di Asrama Haji, Komplek Masjid Agung (NGU) Natuna, Kecamatan Bunguran Timur, dengan fasilitas 80 bed tempat tidur, dan ditambah fasilitas lainnya.

Namun disayangkan, tidak semua pasien positif Covid-19 di Natuna di isolasi tempat yang telah disediakan tersebut.

Berdasarkan laporan Gugus Tugas Covid-19 Natuna, hingga rabu 18 November 2020, 21 orang telah dinyatakan positif Covid-19 melalui hasil pemeriksaan PCR.

Dari 21 or ang , 1 orang diantaranya meninggal dunia (pasen 01-red) dan 6 orang lainnya dinyatakan sembuh antara lain pasien 02, 03,04,05,06,07 dan 08 , dan 15 orang masih dalam proses sembuh.

Juru bicara covid 19 Hikmat Aliasnyah lima pasien diisolasi di Asrama Haji Natuna , sementara 10 pasen lainnya di isolasi secara mandiri dengan tetap menjalankan setandar kesehatan covid-19.

Lanjut Hikamat, hanya pasen 01 saja yang bergejala, sementara pasien lainnya merupakan pasien tanpa bergajala, sehingga tidak perlu di isolasi dirumah sakit.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Natuna Rizal Rinaldi menyampaikan pesen yang berada di pulau pulau melakukan isolasi mandiri dengan setandar protekol kesehatan yang diawasi i oleh dekter puskesmas masing.

“Tidak jarang ada keluarga yang terkonfirmasi positif, ketika pasien ini akan kita angkut ke Ranai untuk di isolasi khusus, malah ajak main parang”, terang Kadiskes Rizal saat Hearing bersama DPRD Natuna. Senin, (16/11/2020) petang.

Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Arismunandar Saat Hearing Bersama Gugus Tugas Covid-19
Menanggapi pernyataan Kadiskes, Ketua Komisi I DPRD Natuna Wan Arismunandar menilai Tim Gugus tugas tidak menggandeng Aparat Penegak Hukum dalam proses penanganan pasien Covid-19.

Padahal sebut Wan Aris, APH masuk dalam Gugus Tugas percepatan penanganan dan penanggulangan Covid-19.

“Kami dari DPRD melihat Tim Gugus Tugas tidak adanya kerjasama dengan APH, Saya rasa persoalannya itu, sangat sederhana”, tegas Wan Aris.

Lanjut Wan Aris, jika permasalahan ini tetap berlanjut, maka tempat yang telah disediakan tersebut akan menjadi sia-sia jika hanya sebagian kecil saja pasien Covid-19 yang menempati.

“Kita dari DPRD minta diupayakan segera para pasien positif Covid-19 ini agar di isolasi secara khusus supaya tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat”, pungkasnya.**

Laporan : Irwanto#Red

Sharing