Polres Bintan Razia Tambang Pasir Ilegal di Kawasan Toapaya Asri

BINTAN– Semangkin menjamur, penambangan pasir darat ilegal diwilayah kecamatan Toapaya Desa Toapaya Asri Kabupaten Bintan, kembali dirazia polisi. Dilokasi satu buah mesin penyedot dipasang garis polisi dan menyita barang bukti lainya, minggu pagi (17-01-21).

Meski sudah dihimbau untuk tidak kembali menambang, namun para pelaku penambang pasir ilegal tersebut terus berulah.

Dilokasi para penambang menghilang dan meninggalkan perlengkapan kerja, air minum di pondok seadanya setelah mengetahui kedatangan polisi.

Hingga akhirnya, Jajaran Satres Polres Bintan dilokasi menindak tegas dengan memasang garis polisi di mesin sedot tanpa pandang bulu serta mengamankan barang bukti lainnya berupa dua sekop pasir guna penyelidikan lebih lanjut.

Selain melangar tata kelola tentang lingkungan, aksi penambang pasir darat ilegal ini secara terang – terangan merusak alam. Pasalnya, dilokasi gubangan besar terlihat di area kurang lebih dua hektar.

Hasil penelusuran Kepripos.co.id dibeberapa lokasi ditemukan menjamurnya tambang-tambang Pasir Ilegal di wilayah Bintan (Galang Batang, Malang Rapat dan lainya). Ada sekitar puluhan tambang pasir ilegal di Bintan.

“Berdasarkan informasi dari warga setempat dan para pekerja usaha Tambang Ilegal, menyebutkan usaha tambang tersebut rata-rata memiliki Backing “.

Kebutuhan pasir darat untuk wilayah Bintan dan Kota Tanjungpinang tidak terlepas dari keberadaan tambang pasir ilegal tersebut. Artinya, jika seluruh tambang pasir ilegal ditutup akan berdampak pada kebutuhan. Selain langka dari segi harga akan melambung.

“Perlu ada langkah cepat dan solusi dari Pemda Bintan dan Prov Kepri dengan mempermudah pemberian izin Tambang Rakyat karena kebutuhan pembangunan. Sebab persoalan tambang pasir Ilegal di wilayah Bintan bukan hal baru,” ungkap seorang warga. ***

laporan: Alamsyah#Moes-Kp.01

Sharing