Kenang Sastrawan Ternama NATUNA SASTRA Gelar Malam B.M Syamsuddin

Natuna– Sastra kembali hadir di tengah para penikmat seni dan budaya di Natuna, untuk mengenang 24 tahun wafatnya sastrawan B.M Syamsuddin dengan mengusung tajuk malam B.M Syamsuddin, giat di gelar di Cafe sepertiga malam jalan Pramuka, Sabtu malam (21/02).

Bujang Muhammad Syamsuddin atau yang akrap di panggil Bujang Syam lahir di Natuna pada 10 Mei 1935. Mulai mengeluti dunia sastra sejak remajanya, kemudian syam pindah ke Pekanbaru karena alasan karya karyanya tidak bisa berkembang di Natuna.

Menurut anak B.M Syamsuddin Rita Rupiati karya-karya B.M Syamsuddin lebih banyak di hargai oleh orang-orang luar Natuna ketimbang orang Natuna ” Beliau sendiri orang asli Natuna, tetapi lebih banyak orang orang luar yang meminta cetakan ulang karya-karya beliau sedangkan di Natuna sendiri tidak ada yang mempedulikan bahkan tidak tahu siapa itu B.M Syamsuddin”.

Saya berterimakasih kepada Natuna Sastra dan para pemuda yang telah peduli terhadap beliau karena sebelumnya tidak pernah ada penghargaan atau ucapan selamat baik dari masyarakat Natuna maupun pemerintah daerah walaupun B.M syam telah mengharumkan nama Natuna dengan karyanya dan juga saya berharap agar pemerintah daerah bisa mempertahankan karya-karya B.M syam baik dalam bentuk cetakan maupun hal lainnya”, tukas putri B.M Syamsuddin tersebut.

Karya B.M Syamsuddin cukup terkena, diantaranya Si Kelincing (1983), Batu Belah Batu Bertangkup (1982),Harimau Kuala (1983),Ligon (1984).Dua Beradik Tiga Sekawan (1982) serta masih banyak lagi karya beliau yang belum sempat di bukukan dan masih berbentuk kertas dengan tulisan mesin ketik.**

Laporan : Wahyudi#R02

Sharing