Latih Anti Korupsi Dikantin dan Tong Kejujuran

Natuna – Kejujuran perlu ditanamkan kepada siswa sejak dini. Suatu ketidak jujuran bisa bermula dari hal yang kecil, seperti tidak jujur dalam belanja jajanan di kantin sekolah. Kebiasaan bermula dari tidak jujur yang dianggap kecil, akan menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan ini akan menjadi sebuah kerakter hingga ia dewasa nanti. Hal ini disampaikan Kadis Pendidikan Kabupaten Natuna Suherman kepada media ini di ruang kerjanya.(17/09/2021).

Lanjut Seherman, disamping kantin kejujuran, sekolah juga perlu menyediakan tong kejujuran. Tong ini juga melatih kejujuran siswa, apa bila siswa menemukan apapun yang bukan miliknya, ia akan memasukkan ke tong kejujuran. Seperti menemukan bolpen, buku dan lain sebagainya, mereka tidak perlu mencari siapa pemiliknya, cukup di masukkan ke tong tersebut.

Masih Suherman, pembinaan kujuran ini merupakan amanat undang-undang no. 20 tahun 2003 Pasal 4 ayat 3, pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan
peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2019, perubhan kedua atas Undang-Undang nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi.

Komitmen antar KPK, Kemendikbud, Kemenag, Kemendagri dan Kemenristekdikti tentang implementasi PENDIDIKAN ANTI KORUPSI 11 Desember 2018 di Jakarta.

SE Mendagri no 420/4047/SI tanggal 20 Mei 2019 tentang Implementasi Pendidikan Karakter Budaya Anti Korupsi pada satuan pendidikan.

Peraturan Bupati Natuna no 57 tahun 2020 tentang Implementasi Pendidikan Karakter Budaya Anti Korupsi pada satuan pendidikan PAUD DAN DIKDAS Kabupaten Natuna, tertanggal 19 Oktober 2020.
Surat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Natuna no. 420/011/DISDIK-DIKDAS/1/2021 tetang Penambahan Kurikulum Pendidikan Karakter Anti Korupsi tanggal 05 Januari 2020.

Keseriusan pemerintah dalam pendidikan karakter perlu didukung penuh oleh pihak sekolah. Untuk tahap awal, Diknas akan membina dan memantau kepada sekolah sekolah yang ada di sekitar Bunguran Besar dulu. Untuk sekolah di Kecamatan lain pihak diknas akan melakukan arahan kepada kepala sekolah, guna mengikuti giat pelatihannya di Kecamatan masing-masing, tutup Suherman.**

Laporan : Aulia

Sharing