Bangun Daerah Perioritas, No.. Pencitraan

Tanjungpinang,(KP). PILKADA serentak kali ini merupakan momen terbaik rakyat untuk memilih kepala daerah.Untuk wilayah provinsi Kepri hanya Kota Tanjungpinang yang masuk Pilkada serentak 2018. Di sisi lain, buat pasangan calon, menjadi wali kota bukanlah pekerjaan yang mudah untuk mengemban amanat apalagi mendengar keluhan rakyat. Seorang kepala daerah harus mampu menjadi seorang pemimpin yang memajukan daerah dengan segala potensinya, sekaligus menjadi pendengar yang baik bagi rakyat.

Menurut Boby Janyato kapasitas sebagai Tokoh Masyarakat dan Mantan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang menyampaikan, bahwa menjadi seorang kepala daerah bukan persoalan yang mudah. Selain memenuhi syarat keterpilihan, seorang kepala daerah juga harus memiliki kecakapan sebagai seorang pemimpin rakyatnya.

Terutama mengatasi berbagai persoalan yang acap muncul di daerah. Salah satunya kebijakan daerah dan pusat yang tidak sinkron dan sering kali kebijakan bertabrakan. Karena itu, seorang kepala daerah harus bisa memahami visi dan misi pemerintahan di atasnya.Lalu, harus menguasai betul daerahnya supaya dia punya kreativitas untuk mengisi pembangunan daerah dengan nilai lokalitas yang kuat.

Menurutnya, jika seorang kepala daerah tidak mampu memahami kedua tersebut maka dapat dipastikan kepala daerah itu akan mengalami persoalan dalam memimpin. Kepala daerah ideal adalah dia yang memiliki konsep pembangunan yang inline dengan pusat dan daerah di atasnya, memahami dengan baik potensi lokal dan masyarakatnya, mewujudkan perencanaan nasional dan potensi daerah dalam pelayanan publik yang baik, serta memahami peraturan perundang-undangan.

Disisi lain seorang kepala daerah harus memiliki keinginan yang kuat dalam memberantas budaya korupsi di birokrasi, dan itu harus dimulai dari pribadi kepala daerah. Jika kepala daerahnya korup, jangan harap birokrasinya tidak korup serta dalam menjalankan program pembangunan, kepala daerah harus memiliki pemikiran yang sederhana. Cukup selesaikan saja persoalan-persoalan yang ada di daerah atau wilayahnya. Jangan terlalu berpikir rumit supaya amanah APBD-nya tidak terbuang percuma tanpa adanya perubahan yang mendasar, jelasnya..

Lalu, pemimpin harus memiliki integritas, kemampuan, profesionalitas, loyalitas, dedikasi, dan memahami regulasi dan ketentuan perundang- undangan. Sebab, kepala daerah yang ideal adalah yang mampu mendengar dan berada di tengah-tengah masyarakat. Kita hidup di zaman yang berbeda dengan sebelumnya, sebagai kepala daerah sudah tidak lagi dilayani, tapi melayani tuntutan masyarakat. Masyarakat sudah sangat luar biasa apalagi dengan pengaruh teknologi. Jadi intinya, Walikota kedepan harus bisa mendengar, memutuskan, dan harus ada di tengah masyarakat. Membangun daerah agar perekonomian rakyat membaik lebih diperioritaskan daripada sibuk membangun pencitraan ditengah-tengah masyarakat, ungkap Boby Jayanto.

“Saya berharap dan semua masyarakat Kota Tanjungpinang berharap rutinitas 5 (lima) tahun ini yakni pemilihan Walikota dan wakilnya jangan sempat tidak punya efek yang berarti bagi perbaikan nasib warga kebanyakan. Terlebih ketika hal ini dihubungkan dengan silih bergantinya para kepala daerah yang telah terjadi beberapa kali sejak pemilihan kepala daerah langsung diperkenalkan sebagai buah dari reformasi 1998, toh nasib masyakarat di Kota tanjungpinang seolah tak beranjak dari nasib buruk. Daya beli masyarakat semangkin hari semangkin memburuk,” ungkapnya.***(red)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *