Bimtek Alat Tangkap Gurita Nelayan Natuna Technologi Jepang

Natuna ( kepripos.co.id )

Berkalaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemkab, Pengusaha dan Tenaga teknis sangat diperlukan untuk mecapai kesuksesan dalam pembinaan SDM nelayan, ungkapan tersebut disampai Kadis Perikanan Kabupaten Natuna Zakimin pada acara Bimtek Alat Tangkap Gurita di Hotel Natuna, senin malam (05/10/2018).

Bimtek alat tangkap gurita diikuti oleh 20 nelayan Natuna dan 20 nelayan dari Pangandaran selaku pendamping. Bimtek tersebut berlangsung selama empat hari, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan langsung di laut selama 30 hari.

Zakimin berharap kepada nelayan, agar benar benar mengikuti pelatihan ini penuh keakraban, baik secara taori maupun peraktek lapangan selama 30 hari nanti. Sudah beberapa kali dilakukan bimtek pada waktu waktu lalu dalam kegiatan lain, namun tidak seperti bimtek kali ini, dimana nelayan langsung melaut dengan didampingi oleh nelayan berpengalaman selama 30 hari pula.

Direktur Perizinan dan Kenelayanan diwakili Kasubdit Kelembagaan dan Perlindungan Nelayan Mahrus pada sosialisai tersebut menyampaikan, jumlah nelayan asing yang mengambil ikan di Natuna sudah tidak ada lagi, jika masih ada berarti nelayan asing tersebut ilegal. Keberadaan nelayan ilegal tidak akan bertahan lama karna terus terjadi penangkapan oleh kapal pengamanan KKP maupun dari KRI.

Dengan tidak adanya lagi nelayan asing baik legal maupun ilegal di laut Natuna, berarti akan terjadi populasi yang siknipikan baik ikan, gurita, udang dan lainnya. Oleh karenanya nelayan perlu sapras yang memadai, guna menangkap diareal sampai diatas 200 mil. Untuk penjualan ikan, KKP telah menggandeng Perum Perindo untuk membeli hasil tangkapan nelayan, termasuk gurita dan lainnya.

Masih Mahrus, diadakan bimtek menangkap gurita di Natuna, karena setiap tahun ada musim gurita tapi masih belum membantu meningkat ekonomi nelayan yang dikarenakan sistem penangkapan masih teradisional dan pembelinya pun hanya sebatas dari masyarakat Natuna itu sendiri, tentu dengan harga relatif murah.

Dengan mempergunakan alat tangkap terkinikan (pot – red), alat ini biasa digunakan di Jepang. gurita lebih mudah didapati, pembelinya juga membeli dengan harga tinggi, tentu ekonomi masyarakat menjadi meningkat, terang Mahrus.

Nelayan Pangandaran selaku pandamping dan nelayan Natuna, pada hari Rabu mendatang melakukan Bimtek di Selat Lampa yang disaksikan oleh Menteri Perikanan Puji Susi Astuti., tutup Mahrus.***

Laporan : Fadil

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *