GEOPARK DUNIA MEMBANGUN EKONOMI MASYARAKAT NATUNA

Natuna, (kepripos.co.id).-

Kabupaten Natuna hanya memiliki satu persen saja wilayah daratannya, oleh karenya kita perlu memfaatkan satu persen ini secara maksimal, termasuk geopark Natuna yang memiliki nilai geologis cukup tinggi yang bisa dimasukkan ke geopark Duni, kesemua ini akan mempercepat tumbuh kembang ekonomi Natuna. Hal ini disampaikan oleh Bupati Natuna H.A Hamid Rizal pada acara pembukaan Sosialisasi Persiapan Pemerintah Daerah Menuju Geopark Nasional, bertempat di aula Hotel Natuna, 29/10/2018.

Pada kesempatan itu Hamid mengajak BP Geopark Natuna dan seluruh elemen masyarakat bekerja secara sinergitas guna mempersiapkan Natuna menjadi geopark Nasional, kita perlu mempersiapkan diri secara sinergitas antar OPD, Pegiat Wisata maupun masyaakat, guna perwujudan Natuna sebagai Geopark Dunia.

Walau daratan kita hanya satu persen saja, namun kita harus memaksimalkan pemampaatannya, termasuk keberadaan geopark Natuna menuju geopark Nasonal dan dunia. Tentu ini semua akan menjadikan Natuna sebagai geowisata, sudah barang tentu ekonomi Natuna akan lebih baik, harap Hamid.

Setelah melakukan pengkajian dan penelitan oleh tim geopark Nasional melalui pakar keilmuan, Natuna memenuhi kereteria dijadikan geopark Nasional dan UNESCO Global Geopark, berikut pemaparan tim peneliti dari berbagai disiplin ilmu.

Prof.Dr. Arif Rahman, MPd Ketua harian KNIU Kementerian Pendidikan dan kebudayaan memaparkan akan arti geopark. Geopark tidak sama dengan Taman Nasional atau Taman Wisata Buatan lainnya. Geopark sebagai alat atau sebuah menejemen yang akan mengajak dan membawa pengembangan ekonomi regional berkelanjutan melalui wisata berbasis masyarakat.

Aspek utama dalam pengembangan geopark harus mengutamakan konservasi yaitu perlindungan, pemeliharaan dan kebersihan yang dimanpaatkan untuk pendidikan non formal untuk segala lapisan masyakat dan golongan usia, guna sebuah pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui geowisata.

Prof Mega Fatimah Rosana dari Pusat Riset Geopark dan kebencanaan geologi Unversitas Padjadjaran memaparkan, mengapa kita ( Natuna red ) bisa dijadikan Geopark Dunia, Pertama, Perkembangan Geopark di Dunia dan Indonesia. Kedua, Potensi Keragaman Geologi, Hayati dan Budaya di Kepulauan Natuna. Ketiga, Pemanfaatan Geopark sebagai sarana Konservasi, Edukasi dan Pembangunan ekonomi Berkelanjutan. Empat,Persiapan menuju Geopark Nasional & UNESCO Global Geopark.

Kelima, Peran para stakeholder dalam pengembangan Geopark Natuna. Keenam, Keuntungan Ekonomi setelah berstatus geopark Dunia.

Sehingga kita akan menemukan 16 fokos aktifitas di Geopark, seperti, terjadinya Kons ervasi Warisan Geologi, tumbuhnya Culture Heritage Enhancement, terpoteksinya Keragaman Hayati, memiliki aktifitas Pemberdayaan Masyarakat, Berpendidikan Berkelanjutan, bisa memanfaatkan Sumberdaya Alam , Mitigasi dan Pengurangan Resiko Bencana Alam, Mengarah pada Pembangunan Berkelanjutan, mendapatkan pemahaman Perubahan Iklim, akan terjadi Pariwisata Berkelanjutan, meningkatkan Lapangan Pekerjaan, keratifitas pemberdayaan Perempuan bisa dioptimalkan, juga akan menjadi riset dan Ilmu Pengetahuan, terwujudnya kerjasama ( Partnership) serta tumbuh kembangkan kearifan Lokal , juga terjadinya monitoring dan Evaluasi.

Begitu juga dengan Aris Kusworo, peneliti geopark dari Pusat Survai Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan penelitian khusus di delapan lokasi dan menemukan empat katagori yang memenuhui setandar geopark Dunia.

Katagori pertama, pantai pasir putih diantaranya, Pantai Sengiap, Pantai Sahi, Pantai Tanjung Datuk dan Pantai Pulau Kambing. Katagori kedua, Plutonik granit yaitu Batu Kasah, Batu Sindu ( kawasan Senubing ), Gunung Ranai dan Alif Stone. Katagori ketiga, Pulau pulau kecil, meliputi Pulau Senoa, Pulau Setanau, Pulau Sekatung dan Pulau Akar. Kemudian Katagori keempat, Pematang Pantai Purba, yaitu pantai Sepempang dan Pantai Pengadah.

Dari empat kata gori tersebut sudah memenuhi setandar Geopark UNISCO tahun 2015, Geopark Global UNISCO adalah wilayah geografis tunggal yang menyatu, di mana situs geologi dan bentang alamnya yang bertaraf Internasional ( atau Nasional ) dikelola secara holistik untuk tujuan perlindungan, pendidikan dan pembangunan kawasan secara berkelanjutan, terang Aris.***

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *