Indonesia Grand Prix Persentasi Tour de Natuna

Natuna, (kepripos. co.id)-

Untuk mewujudkan perogram kita harus memiliki satu tujuan, satu pemikiran, satu barisan dan satu pikiran untuk mencapai subuah cita cita, hal ini disampai oleh Sekda Natuna Wan Siswandi pada acara Persentasi Hasil Survay Tour De Natuna oleh tiem Indonesia Grand Prix di ruang rapat I Buati Natuna, pagi 25/04/2018.

Rapat sekaligus persentasi tour de Natuna tampak hadir dinas teknis, Camat Bunguran Selatan, Camat Bunguran Timur Laut dan Konsultan tour de Natuna Indonesia Grand Prix .

Sekda Natuna Wan Siswandi dalam pengarahannya, untuk mencapai sebuah cita cita yang di gagas oleh dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam penyelenggaraan Tour de Natunak perlu sebuah kebersamaan sesuai dengan tugas dan pungsi dinas masing masing dengan harapan sebuah ipen besar tentu memerlukan anggaran besar yang diharapkan adalah peningkatan ekonomi masyarakat Natuna.

Dalam kesempatan yang sama kepala Dinas pariwisata dan Kebudayaan Erson mengajak OPD bersinergi dalam sebuah pemikiran bahwa pemerintah harus berpikir suasta, dimana kita ( pemerintah, red ) memulai sebuah kegiatan yang nantinya akan menimbulkan efek ekonomi dari sebuah kegiatan.

Erson mencotohkan Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur, sebelum diadakan iven iven besar sekala International kunjungan wisata ke Kabupaten tersebut sangat rendah sekali, namun setelah diadakan beberapa kali iven bersekala International tingkat kunjungan wisata ke daerah tersebut meningkat cukup siknipikan, semula penerbangan ke sana hanya satu kali dalam sehari, kini sudah terjadi beberapa kali dalam sehari, begitu juga harapan kita terhadap Natuna setelah diselenggarakan MEA Tourism tahun 2020 nanti tingkat kunjungan wisata akan terjadi peningkatan pula.

Konsultan Tour de Natuna Indonesia Grand Prix dibawah pimpinan ibu Ike, setelah melakukan survai rute yang akan ditempuh oleh pembalap sepada bertarap internasional, Budianto selaku team teknis menyampaikan, ternyata tidak kendala yang berarti, hanya saja ada beberapa ruas yang akan di lalui perlu diperbaiki.

Jalan yang dilewati pembalap tidak boleh ada pasir sedikitpun karna akan mengakibat terjatuhnya pembalap, jika sudah terjatuh satu pembalap saja maka akan terjadi tabrakan beruntun.
Kecepatan sepeda balap mencapai 40-100 km per jam nanti tentu memerlukan rambu jalan yang mudah terbaca oleh pembalap.

Sepeda balap seharga mobil avanza akan menghiasi jalan Tuluk Boton menuju kota Ranai ( pantai Kencana, red) berjarak tempuh 97.5 km untuk hari pertama, kemudian untuk hari kedua pembalap mengawali starnya dari Pantai Kencana menuju Selat Lampa dengan jarak tempuh 97 km.

Di bukit lampa para pembalap akan diuji ketangguhannya, disaat energinya sudah mulai habis, sementara di hadapkan dengan bukit Lampa menjulang, kemudian didepannya terdapat jalan yang berkelok kelok tajam, sementara kiri dan kanan jalan terdapat deretan jurang menyertainya, ini lah subuah tantangan seorang pembalap terang Budianto.

Untuk Hari ke tiga tour de Natuna memulai kayuhan sepadanya dari Kelarik menuju Pantai Kencana dengan jarak tempuh 71.6 km, tutup Budi.

Menjawab persolan jalan rusak dan jembatan yang akan dilitasi pembalap baik dari Telok Buton menuju Ranai, Ranai menuju Selat Lampa dan Kelarik menuju Ranai banyak yang rusak, dinas PU diwakili kabid bina Marga Marzuki, bahwa jalan dan jembatan tersebut pada tahun ini dikerjakan dan bahkan ada ruas jalan yang dalam pengerjaan.

Delapan ratus pembalap sepeda Nasional maupun Internasional akan hadir mengikuti tour de Natuna tahun 2020 yang akan berdampak pada perekonomian masyarakat baik pada pengusaha hotel, rumah makan, suvernir hingga rental mobil.***

Laporan : Fadil

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *