Jujur, Merakyat, Terbuka, Ramah, Terhormat dan Wibawa

Visi-Misi bagi calon kandidat kepala daerah diharapkan telah melewati kajian – kajian ilmiah yang dibatasi antara “mimpi” dan “realita” dengan demikian visi-misi itu ideal untuk ditransformasikan dalam bentuk kebijakan praktis apabila sang kandidatnya terpilih menjadi kepala daerah.

Tidak ada batasan mengenai visi-misi yang ideal melainkan visi-misi itu harus mampu menjadi alternatif dalam menyelesaikan permasalahan di dalam masyarakat. Sebenarnya masalah yang kita hadapi ini adalah “penyakit lama” yang belum selesai dengan baik. Kemiskinan, ketertinggalan, ketimpangan sudah mengakar begitu dalam di masyarakat. Tapi seiring bergantinya kepala daerah, masalah tersebut belum bergerak maju seperti apa yang harapkan. Inilah yang perlu dijawab dan diperbaiki melalui visi-misi para calon kandidat kepala daerah yang akan bertarung merebutkan kursi di pemerintahan nanti.

Visi-misi setidaknya harus mengakumulasikan formula baru dalam menyelesaikan masalah kemiskinan, lesunya perekonomian, timpangnya pendidikan dan seterusnya. Visi-misi jangan hanya mengumbar janji manis dan memberi harapan palsu, yang tidak bisa dibuktikan sama sekali. Karena pembangunan ekonomi memerlukan legitimasi politik (kebijakan) sedangkan proses politik perlu adanya legitimasi kebudayaan (masyarakat). Sehingga yang diperlukan adalah bagaimana mensinergikan dua komponen tersebut secara bersamaan untuk membebaskan “kemiskinan dan ketimpangan” yang semakin tidak menentu.
Sementara Masyarakat selalu berharap mendapatkan Pemimpin yang Jujur, Merakyat, Terbuka, Ramah, Terhormat dan Berwibawa.
Menurut H.Syahrul bahwa, untuk melihat kejujuran pasti tidaklah mudah. Nah, cara mengetahui calon pasangan kepala daerah jujur atau tidak bisa melihat bagaimana riwayat hidup dan pengalaman selama berorganisasi yang pernah diikuti oleh nya.
Lalu mencari pemimpin yang selalu Merakyat Pertanyaan tersebut selalu muncul setiap kali ingin memilih salah satu calon kepala daerah. Merakyat tidak berarti membuai dengan bantuan akan tetapi merakyat lebih berarti dapat merasakan persoalan yang dialami oleh masyarakat dan mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

Banyak calon pemimpin ketika sudah terpilih tidak Terbuka dan ramah lagi. Pemimpin yang transparan akan selalu menerima saran dan kritik dari rakyat demi kesejahteraan masyarakat. Bahkan tidak segan untuk ramah bertutur kata dengan rakyat untuk meminta pendapat langsung para masyarakat.

Selanjutnya, masyarakat cerdas selalu melihat calonnya dari sudut terhormat dan wibawa. Tentu masyarakat ingin memiliki pemimpin yang terhormat, dan memiliki wibawa. Karena dengan ini mereka dapat menjadi seorang pemimpin yang adil.**(red)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *