Kejati Kepri Periksa Laporan “Proyek Kolusi” di Dinas Binamarga Batam

Batam (Kepripos.co.id)-

Laporan seorang warga Batam ke pihak Kejati Kepri terkait dugaan kolusi mengarah ke tindak pidana korupsi yang melibatkan sejumlah oknum pejabat Dinas Binamarga Pemko Batam, kini proses hukumnya naik ketahap yang serius.

Dokumen pelaporan warga tertanggal 24 Januari 2018 yang ditujukan kepada Pimpinan Kejati Kepri itu, kini proses penanganannya telah dilimpahkan ke tim Tindak Pidana Khusus untuk diteliti dan diproses secara hukum.

“Sesuai arahan pimpinan, laporan warga itu telah dilimpahkan ke bagian Pidsus (Pidana Khusus) untuk di teliti dan diproses secara hukum,” ujar Kepala Seksi Penerangan Kejati, Wiwin Iskandar SH.MH, kepada tim Kepripos.co.id, (22/2/2018).

Dengan singkat ia juga mengatakan, pihak Kejati mengapresiasi warga yang telah melaporkan adanya tindak KKN di lingkungan pemerintah. Korupsi adalah musuh bersama.

Sebelumnya, proyek berbau tidak sedap ini mencuat ketika seorang warga Kota Batam di Kejati Kepri melaporkan sejumlah oknum pejabat dinas Binamarga kota Batam. Dalam perjalanan kisah proyek itu tercium adanya kolusi dan korupsi pada proyek drainase senilai Rp 1,3 miliar di kawasan Swadebi kecamatan Bengkong.

“Bukan saja oknum pejabat dinas Binamarga yang saya laporkan, tapi pihak rekanan kontraktor pengerjaan drainase, turut terlapor,” ungkap Handreas selaku saksi pelapor kepada Kepripos.com (23/2/20).

Menurutnya, rekanan kontraktor pengerjaan drainase, PT Triwahyoe diklaim terlibat dalam aksi kolusi itu.

Ia juga memastikan PT Triwahyoe terlibat. Sebab perusahaan kontraktor itu bersentuhan langsung dengan proyek dan pihak oknum pejabat Binamarga.

“Kita tunggu saja proses hukumnya, apakah ada penyimpangan pada proyek itu atau tidak. Mudah mudahan rekan rekan di Kejati komit dalam pemberantasan korupsi,” tutup Handreas.**

Laporan: (bobi/andre)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *