Masuk Kawasan Wisata,Desa Air Glubi Bintan hanya dialiri listrik 6 jam

BINTAN-Desa Air Glubi, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, yang masuk dalam Wilayah Pengembangan Pusat Kawasan Strategis Nasional oleh Badan Pengelolaan Perbatasan Republik Indonesia, hingga kini belum dapat menikmati pelayanan listrik 24 jam. 

“Sampai sekarang kami hanya menikmati listrik selama enam jam, dari pukul 18.00 WIB – 00.00 WIB. Sehingga menyulitkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat maupun untuk belajar,” imbuh Kepala Desa Air Glubi, Adi Suryanto, di Kelong.

Dijelaskan, guna membantu penerangan listrik di pemukiman warga, masih memanfaatkan mesin genset untuk lebih kurang 300 Kepala Keluarga, termasuk di pulau Kecil. Dalam rangka memperlancar operasional mesin genset, masyarakat dikenakan biaya satu hari Rp. 5.000, untuk penerangan listrik selama enam jam. 

“Jadi kalau sebulan itu, masing-masing warga kena Rp. 150.000, karena satu harinya dikenakan biaya Rp. 5.000,” tuturnya. 

Seiring berjalannya waktu, kini dikhawatirkan mesin genset tersebut rusak karena selama ini tidak ada pemeliharaan. Adi mengaku pernah mempertanyakan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun Pemerintah Kabupaten Bintan, akan tetapi kedua pihak saling melempar tanggungjawab.

“Ini masalahnya, untuk pemeliharaan genset pemerintah saling lempar tangan. Sedangkan dari pemerintah provinsi bilang itu tanggungjawab pemkab Bintan, terus dari Pemkab sebut ini tanggungjawab provinsi Kepri. Kalau pakai dana desa kami cukup keberatan,” keluhnya.**

Laporan: Tono.*

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *