Natuna Bangun Ekonomi Rakyat Mulai Dari Desa

Natuna, (Kepripos).-
Bupati Natuna Drs. H. Hamid Rizal M.Si di Ruang kerjanya rabu 4 okotober 2017 kepada Kepri Pos menyampaikan bahwa usia 18 tahun kabupaten Natuna merupakan usia yang cukup idial sebuah perkebangan dan kemajuan termasuk kemajuan di bidang ekonomi masyarakat.
Sarana penunjang untuk peningkatan ekonomi masyarakat sudah dipersiapkan oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga pemerintah desa.

Untuk peningkatan ekonomi masyarakat nelayan pemerintah kabupaten sudah memberi bantuan dana pendukung kepada kelompok nelayan, sementara sarana pendukung lainnya sudah disiapkan oleh pemerintah provinsi dan pusat mulai dari sara tangkap, pelabuhan nelayan yang berada di Selat Lampa hingga perusahaan penampung ikan.

Sarana pendukung yang disipakan oleh pemerintah perlu manjadi motipasi bagi masyarakat untuk menggesa peningkatan ekonomi nelayan itu sendiri.

Kekayaan alam yang Allah limpahkan ke bumi Natuna baik di laut maupun di darat tidak ada satu alasan bagi kita untuk tidak bisa
bangkit menuju ekonomi yang lebih baik, dalam percepatan peningkatan ekonomi masyarakat pihak BUMDes perlu membikin usaha sesuai dengan karakter desa, potensi desa.

Untuk itu BUMDes harus memikir bisnis jangka pendek dan jangka panjang, subuah contoh bagi BUMDes yang berada di desa yang memiliki potensi lahan berkebunan tentu BUMDesnya bergerak dibidang perkebunan, seperti perkebunan cengkeh, karet dan lainnya, ini deperlukan agar desa memiliki aset yang produktif dan penyerapan tenaga kerja secara terus menerus.

Agar keberadaan BUMDes langsung bisa dirasakan dampak ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat desa maka BUMDes dalam pengolahan dengan sistem tumpang sari, diharapkan dengan sistem tumpang sari yang tidak menggu pertumbuhan tanaman utamanya, seperti dicelah celah tanaman kebun perlu ditanami palawija seperti sayur sayuran, cabai dan bahkan jagung akan lebih cepat dirasakan efek ekonomi bagi masyarakat desa.

Kebutuhan telur ayam sampai hari ini masih di datangkan dari luar Natuna merupakan peluang usaha bagi BUMDes untuk membuat usaha dibidang peternakan ayam petelur, tentu pakannya harus diproduksi sendiri dengan bahan baku utama jagung yang diambil dari hasil tumpang sari, lanjut Hamid.

Saya ( Bupati, red) sudah perintah kadis Pemerintah Desa agar BUMDes segara menjalankan usahanya yang berbasis ekonomi masyarakat susuai dengan pilar pembangunan desa yang di canangkan oleh pemerintah pusat.

Apa bila BUMDes berkembang tentu perekonomi masyarakat akan meningkat dan keuntungannya bisa menjadi PADes guna sebagai sumber dana pembangunan desa dan bisa depergunakan untuk tunjangan kinerja pemerintah desa termasuk BPDnya.

Suatu hal yang perlu diperhatikan oleh BUMDes yaitu pemasaran hasil pertanaian, perikanan, perkebunan sampai keluar daerah. Untuk sarana transfortasi bukan menjadi hambatan lagi karena sudah ada kapal tol laut, begitu juga masalah permodalan bukanlah menjadi hambatan karna desa bisa membentuk BUMDes bersama dengan penyertaan modal masing masing desa.

Kita hidupkan ekonomi desa melalui BUMDes dengan modal dana desa untuk membangun desa menuju masyarakat yang lebih baik, namun semua itu perlu diperhatikan oleh BUMDes dalam penggunaan anggaran harus terencana, akuntabel agar tidak menjadi permasalahan dikumidian hari.**
Laporan: Fadi/Widaya*

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *