Proyek Gerbang Seri Bentan Di Duga Syarat KKN

BINTAN – Proyek Pembangunan Gerbang Koridor Simpang 3 Lintas Barat Menuju Ibukota Desa Bintan Buyu Kec. Teluk Bintan pada satuan kerja DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KAB. BINTAN tahun anggaran 2017 dengan nilai kontrak sekitar Rp.1,3 Milliar dari nilai Pagu Dana Rp.1,5 Milliar di duga syarat “KKN” dari mulai proses lelang.

Dari berbagai sumber media ini menyebutkan, bahwa peserta lelang yang mendaftar melalui LPSE Bintan berjumlah 25 peserta. Namun yg meng-opload penawaran pada waktu yg di tentukan hanya satu perusahaan. Hal ini diduga berbagai persyaratan yg wajib dilampirkan terkesan di kunci. Belum lagi adanya isu bahwa paket ini sudah ada pemiliknya, sehingga peserta lain engan membuat penawaran, ujar berbagai sumber. Ini terbukti hanya satu perusahaan yg masukan penawaran saat itu. “Yah…untuk apa capek-capek buat penawaran kalau peluang menang tidak ada,” ungkap sumber Kepripos.co.id.

Hery Wahyu selaku Kepala Dinas PerKim kab Bintan saat di konfirmasikan (3/1) soal dugaan dari berbagai pihak bahwa adanya dugaan KKN dalam proyek ini dari mulai proses lelang melalui komunikasi HP/WA tidak menjawab.

Disisi lain, soal proyek secara umum di wilayah Kepri dari pantauan Kepripos bahwa setiap tahun musim lelang proyek yang namanya isu proyek A dan B sudah ada pemiliknya bukan lagi rahasia umum. Dikalangan para kontraktor itu hal biasa dan tak sedikit para kontraktor meloby proyek mengunakan kekuatan para wakil Rakyat dan Aparat Penegak Hukum untuk melakukan penekanan kepada Panitia Lelang dan Pengguna Anggaran.

Budaya loby-loby sudah hal biasa, begitu juga loby mengunakan kekuatan Aparat Penegak Hukum untuk mendapat proyek di sebuah SKPD. Biasanya proyek tersebut akan disusun dari mulai spesifikasi dan persyaratan lain sejak awal oleh sang Kontraktor bersama PPTK dan Panitia Lelang, ungkap salah satu kontraktor di Tanjungpinang.

Selanjutnya kembali soal proyek Gerbang Bintan. Bahwa pelaksanan proyek tersebut kondisinya tidak siap sampai akhir kontrak yang diberikan dan cukup memperhatinkan tidak sesuai harapan yang di inginkan oleh Bupati Bintan.

Dalam berita terdahulu Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kab Bintan, ketika dikonfirmasi Kepripos.co.id melalui WA menjelaskan bahwa, “Benar proyek tersebut tidak selesai dilaksanakan, maka dilakukan pemutusan Kontrak dan pihak pelaksana/kontraktor di kenakan Denda, tulis Hery Wahyu lewat Wa nya.


Ini Gambar Plan Gerbang yg di inginkan Sang Bupati Bintan. Hasik dilapangan jauh dari harapan.***

Sebagaimana diketahui, bahwa Pemkab Bintan lewat sang Bupati-nya Apri Sujadi terus melakukan terobosan-terobosan dalam membangun Bintan termasuk mempercantik wajah kota dan lokasi tertentu. Sebab, sebagai daerah pariwisata tentu harus menyesuaikan agar tampak lebih baik. Aneh memang kenapa proyek ini bisa begini. Padahalah proyek tersebut pada pintu masuk utama kawasan perkantoran. Artinya, Bupati, Wakil Bupati, DPRD Bintan dan dinas lainnya setiap hari lewat dan melihat proyek tersebut. Artinya, ada kesan pembiaran dan lepas dari pengawasan.***

Laporan: Kp01/red**

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *