Proyek SPAM Multi Years diduga Gagal, di APBD 2016 Dikucurkan Lagi Rp 2 Milliar

Tanjungpinang, (Kepripos).-
Dari segi Perencanaan dari memilih lokasi dan kesiapan lahan pembangunanPengembangan SPAM IKK sesuai dengan pedoman pelaksanaan program. Sebelum dijadikan sebagai kegiatan harus di evaluasi program terhadap pelaksanaan SPAM IKK serta usulan dan proses pengajuan anggaran.

Secara umum, berbagai kriteria teknis dan standar desain yang berlaku dalam perencanaan sisitem penyediaan air bersih, seperti kualitas air baku, sistem transmisi, sistem distribusi, dan proses pengolahan air serta mengacu pada standar kualitas air bersih dan standar SpekTeknis barang SNI yang yang telah ditetapkan pemerintah.

Nah, terkait adaKasus dugaan korupsi Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum (SPAM) IKK di Kecamatan Siantan Kab Anambas (Multi Years) dengan mengunakan Anggaran APBD Thn 2014 dan APBD Thn 2015, senilai Rp. 30 Milliar dilaporan oleh LSM ICTI-Ngo Kepri ke Komisi Pemberantasan korupsi (KPK).

Dalam proses lelang Proyek ini dimenangkan oleh PT.Nirwana Jaya sejati perusahaan yang berdomisili di Kota Tanjungpinang. Lalu, berdasarkan Perjanjian Kontrak, nomor 01.MY/SP-GB/SPM/DPU-CK/IX/2014. Kontrak tersebut ditandatangani sdr. Rony Pranata selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Anambas.

Didalam dokumen kontrak bahwa,Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa SPPBJ), Nomor 01.LU/SPPBJ-FISIK/PPK-DIST.AIR/DPU-CK/APBD/8.2014 serta dikeluarkanlah Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) Nomor 01.MY/SPMK/SPAM/DPU-CK/IX/2014, tanggal 12 september 2014.

Menurut Kuncus Ketua LSM ICTI-Ngo Kepri, bahwa kuat dugaan dari mulai proses lelang sampai ditetapkan PT.Nirwana Jaya Sakti sebagai pemenang tender terindikasi adanya KKN dari mulai dari Perencanaan Proyek, Penganggaran, Penetapan Pemenang. Hal ini juga lelang Pengawasan Proyek oleh Perusahan Konsultan Pengawasan atas pekerjaan tersebut berujung pada rendahnya kualitas Pekerjaan, sehingga merugikan keuangan Negara, jelasnya.

Sedang untuk pemenang Pengawasan Proyek Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Minum (SPAM) IKK di Kecamatan Siantan Kab Anambas (Multi Years) dengan mengunakan Anggaran APBD Thn 2014 dan APBD Thn 2015 dimenang oleh CV.Grahaditama Consultan berdomisili di Tarempak-Anambas dengan nilai Rp.869.495.000.- dari Pagu dana Rp.870 juta.

Nah, pada saat Pelaksanaan Proyek ini selesai sesuai Kontrak pada tahun 2015, bahwa dari laporan masyarakat dilokasi saat itu kondisi lapangan belum dapat berfungsi sebagaimana mestinya disebabkan banyak barang yang digunakan tidak sesuai standart SNI serta sistem pengerjaannya tidak dilaksanakan secara profesional, walaupun anggaran yang tersedia melebihi dari semestinya.

Dikabarkan, melihat banyak keluhan Warga Masyarakat Kec Siantan – Tarempak Kabupaten Anambas, pada tahun Anggaran 2016 Bupati Kab Anambas, melalui Dinas Pekerjaan Umum mengelontorkan kembali anggaran APBD 2016 sebesar Rp. 2 Milliar untuk memperbaiki kesalahan-kesalahn dari proyek Multi Yers tersebut. Hal ini menunjukan bahwa sangat kuat dugaan bahwa Proyek Multi Years yang mengunakan APBD 2014 dan APBD 2015 sebesar Rp.30 Milliar yang dikerjakan oleh PT. Nirwana Jaya Sakti dan Konsultan Pengawas CV. Grahaditama Consultan ada masalah, ungkap Kuncus kepada Kepri Pos.

Penjelasan soal digelontorkan kembali dana di Proyek SPAM dilokasi yang sama pada tahun 2016 dengan mengunakan Dana Anggaran DAK Infrastruktur Dearah dengan nama kegiatan: OPTIMALISASI SPAM IKK SIANTAN (DAK INFRASTRUKTUR DAERAH), dengan nilai Rp.2.090.000.000.- Proyek ini dimenangkan dan dikerjakan oleh CV.Siantan Permai berdomisili di Tarempak-Anambas dengan nilai Kontrak Rp. 1.716.157.000.- Sedang jasa Pengawasan Proyek tersebut di menangkan oleh CV.Grahaditama Consultan dengan nilai Kontrak sebesar Rp. 95.755.000.- dalam kegiatan PENGAWASAN OPTIMALISASI SPAM IKK SIANTAN (DAK IPD) Thn 2016.

Artinya, Proyek SPAM IKK di Kecamatan Siantan-Anambas dikerjakan dua kali oleh Perusahaaan berbeda dan di awasi oleh Konsultan Pengawas yang sama dengan pos anggaran sistem Multi Years 2014 dan 2015 serta Dana DAK IPD 2016, dengan total keselurahan Rp.33 Milliar.** (red)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *