Reses Wakil Rakyat Natuna turun ke Desa

NATUNA, (kepripos.co.id)-
Pemilik kartu Natuna sehat hanya untuk masyarakat yang kurang mampu dengan berpenghasilan kurang dari Rp 350.000,- perbulan sulit dijumpai di Natuna, hal ini disampaikan oleh ketua DPRD Natuna pada saat menjawab pertanyaan masyarakat pada acara reses I DPRD kabupaten Natuna di Balai pertemuan desa Cemaga utara Kecamatan Bunguran Selatan (10/02/2018).

Ketua DPRD Natuna dan Harken selaku ketua komisi III mengambil bagian reses I tahun 2018 mengambil tempat di desa Cemaga Utara guna mengetahui persolan yang ada ditengah masyarakat untuk disejalankan dengan pokok pokok pikiran dewan.

Diskusi antara masyarakat dengan annggota DPRD Natuna penuh persahabatan nampak terjadi, ketua DPRD Yusripandi kelihatan agak berhati hati menjawab pertanyaan warga yang mempertanyakan kenapa persyaratan untuk mendapat kartu Natuna Sehat untuk masyarakat yang berpenghasilan dibawah Rp.350.000,-, “ nanti kami panggil dinas sosial,dasar apa mematok 9 persyaratan untuk mendapatkan kartu Natuna Sehat,cukup sulit ditemui di Natuna yang memenuhi persyaratan tersebut“.

Kemudian untuk menjawab sulit MTs suasta memenuhi biaya opersasional sekolah, Yusripandi berharap pihak sekolah mengajukan untuk di Negerikan, ini diperlukan agar sarana perasarana sekolah bisa tanggung pemerintah sepenuhnya.

Dikesempatan yang sama ketua komisi III Harken dalam menjawab pertanyaan warga yang berkaitan dengan sulitnya lapangan kerja, “ untuk menciptakan lapangan kerja sebenarnya bisa di atasi dari dana desa”, desa memberdayakan BUDes, dimodali dan dicari usaha yang memilki karakteristik desa sehingga bisa menjadi produk unggulan desa, tentu pula bisa menciptakan lapangan kerja.

Harken berharap kepada masyarakat, dalam mengusul peroyek jangan hanya proyek pisik saja, dengan potensi alam yang ada cemaga utara, seperti tersedianya sungai dengan ditumbuhi bakau yang mengitarinya bukan saja bisa dijadikan wisata mangrove.

Namun lebih dari itu bisa dijadikan wisata kuliner dengan cara budidaya kepiting bakau.

Kemudian Camat Bungaran Selatan Erwin dalam kesempatan yang sama, berharap kepada masyarakat agar usaha ayam petelor bisa diaktifkan kembali, untuk persoalan pakan ayamnya kita produksi sendiri dengan bahan baku yang tersedia, seperti tersedianya bilis, daun kates dan lainnya cukup banyak ditempat kita, tentu dengan memproduksi pakan sendiri keuntungan peternak ayam petelor semakin tinggi.

Oleh karenanya, lumbung usaha selain budi daya kepiting bakau juga budidaya ayam petelor dan ayam potong suatu yang menjanjikan, tentu peluang usaha untuk BUMDes, tutup Erwin.

Reses yang di moderatori kades Cemaga Utara Rionaldo berjalan dengan penuh antusias dari masyarakat dan tentu penuh harapan.
Laporan : fadil/ widya

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *