Soal Plat Besi Baja: Jangankan Warga, Pejabat Pemda dilarang jual milik Negara

Tanjungpinang,(Kepripos.co.id)-

Berita soal hilangnya atau dijualnya ratusan Plat Besi Baja milik Pemda Provinsi Kepri oleh sekelompok warga biasa masih menjadi viral dimedia sosial. Sebab kerugian negara diperkirakan mencapai 4,4 Milliar.

Berbagai spekulan bermunculan soal status hukum bagi si penjual, penampung dan yang menyetujui penjualan tersebut. Artinya, plat besi baja tersebut tidak dicuri secara diam – diam, kabarnya ada yang mengetahui dan merestui.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun tim kepripos, bahwa Plat-plat besi baja tersebut di angkut mengunakan Truck dan alat Craen secara terbuka pada siang hari. Apakah ini merupakan tindakkan pencurian milik negara/daerah atau menjual barang milik negara/daerah secara ilegal?

Menurut Muslim Matondang yang terus memantau perkembangan kasus ini menyebutkan bahwa, Pelaku pencurian adalah manusia, sekumpulan manusia dan/atau badan hukum (1)yang melakukan tindak pidana pencurian (dader, pleger), (2)yang menyuruh atau (3)menggerakkan pelaku tindak pidana pencurian benda berwujud, (4)yang ikut, turut, dan/atau (5) yang membantu tindak pidana pencurian.

“Jelasnya, sesuatu tindakkan yang terbuka akan dilakukan oleh orang banyak dan melibatkan pihak-pihak tertentu atau oknum pejabat yang berkompoten,” ujarnya.

Nah, namanya Barang Milik Daerah adalah semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. Pengelola Barang adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab menetapkan kebijakan dan pedoman serta melakukan pengelolaan Barang Milik Negara/ Daerah.

“Jangankan warga, instansi pemerintah sendiri saja dilarang jual aset daerah. Kecuali telah melalui prosedur dan aturan yang berlaky,” ungkap Muslim Matondang. ***(kp.02)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *