Survei Minyak Natuna Sistem 3D

Natuna (Kepripos.co.id)-

Sebagian besar pembiyaan APBD Natuna didanain dari bagi hasil migas Natuna, sekarang APBD kita ( Natuna, red) tahun tahun terakhir cenderung menurun, dikasrenakan bagi hasil migas Natuna terus menurun, semoga hasil survei Nanti bisa menemukan sumur minyak baru yang nantinya akan menambah bagi hasil migas Natuna, hal ini disampaikan Buapti Natuna melaui Sekda Wan Siswandi, 24/082018.

Turut hadir dalam acara kegiatan Sosialisasi Survai Lauit 3D oleh Medco Energi E&P Natuna Ltd unit bisnis dari PT Medco Energi Internasional Tbk anatara lain, Ketua DPRD Natuna Yusripandi, FKPD, BAKAMLA, SAR dan Kelompok Nelayan.

Wan Siswandi berharap survai yang dilakukan oleh Medco E&P akan membuahkan hasil, walau kita tahu peroses sampai eksplorasi saja memerlukan waktu bertahun tahun, tentu kegiatan ini perlu segara dilakukan.

Dalam kesempatan yang sama ketua DPRD Natuna Yusripandi berhara, tenaga kerja Natuna bisa direkrut sesuai dengan keahliannya, ini dikarenakan lapangan kerja di Natuna cukup terbatas dan yang tunggu hanya PNS, juga sangat terbatas.

Menejemen KKKS Medco E&P Natuna Hafif Hasan menyampaikan, selaku kontaraktor kontrak kerjasama untuk melakukan langkah awal yaitu melakukan survey laut tiga dimensi ( 3D, red ) sekitar 15 hari, adapun tenaga survey murni dari tenaga kerja Indonesia. Jika survai nantinya berhasil maka akan dilanjutkan dengan kegiatan eksplorasi.

Dalam kesempatan itu pihak SKK Migas perwakilan Sumbagus Muhammad Rochadi menyampaikan bahwa dari hasil survai nanti akan dilakukan ekspolaris dan lilakukan pengembangan pengembangan infrastruktur, ini memerlukan waktu bertahun tahun.

Pihak Humas SKK migas Sumbagut menyampaikan, bahwa survai sesmik akan memantulkan gelombang suara, sehingga tidak akan merusak ekosistem laut.
Namun, diharapkan kepada nelayan agar mejauh dari kapal survai yang dilakukan sekitar 45 mil laut Subi rersebut, nantinya kapal yang dilengkapi sesmik dan dipandu oleh kapal pemandu.

Masih dari humas SKK Migas, jika terjadi kerugian nelayan yang disebabkan oleh kegiatan ini, maka nelayan akan mendapat ganti rugi dengan setandar harga yang sudah ditetapkan pemerintah.

Naira (kelahiran Ranai) , juga dari pihak Depertemen humas SKK Migas Sumbagut mempsentasikan bagi hasil minyak Natuna, yaitu 3% untuk provinsi, 6% untuk kabupaten penghasil dan 6% dibagikan ke kabupaten/kota se provinsi. Sementara untuk gas, 8% untuk provinsi, 12% untuk kabupaten penghasil dan 12 % dibagi rata ke Kabupaten/Kota se Provinsi.***

Laporan : Fadil

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *