TARGET UN BELUM TERCAPAI PERAN KELUARGA PERLU DI OPTIMAL

Natuna, (Kepripos.co.id)-

Peran keluarga sangat menentukan keberhasilan pendidikan anaknya, mengantar anak ke sekolah, mendampingi anak belajar dirumah perlu dilakukan oleh keluaraga , hal ini disampaikan oleh Kadis Dinas Pendidikan dan Olahraga Suherman pada acara Sosialisasi Pendidikan Keluarga di Hotel Natuna Ranai Darat, 04/08/2016.

Herman dalam sambutannya, Pendidikan keluarga mempunyai peran yang sangat besar dalam mencapai tujuan pendidikan. Kepedulian orang tua terhadap anaknya perlu ditingkatkan, seperti mengantar anak kesekolah dihari pertama masuk sekolah sangat diperlukan, ini deperlukan agar orang tua lebih dekat dengan sekolah. Tentu hal ini perlu ada kebijakan dari pemerintah dalam sebuah regulasi, agar di hari pertama anak masuk sekolah orang tua didispensasi terlambat masuk kerja.

Mulai dari hari ini, mari kita bersama sama mulai dari menjelang magrib hingga jam 20.00 televisi harus di matikan, anak perlu diajak untuk Sholat magrib, mengaji, menemani anak belajar. Ini perlu dilakukan agar anak lebih kosenterasi, juga akan terjadi hubungan emosional antara anak dengan orang tua, lanjut Herman.

Masih Suherman, dalam pemaparannya pada acara tersebut, Pendidikan keluarga perlu dilakukan dengan memperhatikan Hasil UAS – BN dan UN TP. 2017/2018 masih belom optimal yang rensra RPJM Kabupaten Natuna mematok angka rata rata 7 dan rata rata Nasional mematok angka 5,5 , namun Natuna masih belem terpenuhi rata rata tersebut.

Kemudian, masih banyaknya keluarga menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah, tidak semua kebutuhan pendidikan anak dapat dipenuhi oleh satuan pendidikan, maka peran keluarga selaku pendidik yang pertama dan utama sangat menunjang mutu pendidikan.

Dinas pendididikan terus memenuhi sarana dan perasarana pendidikan, disisi lain peran keluarga dalam pendidikan anak sangat diperlukan dan perluadanya sinergitas antara keluarga dengan sekolah.
Pada kesempatan yang sama Kasubbid kemitraan direktorat Pendidikan Keluarga Kemendikbud Hendra Sujana memaparkan, guru dalam hal penilaian anak bukan saja berbentuk angka namun pada pencatatan kasus perkasus terhadap perkembangan anak yang bisa dijadikan pemecahan masalah baik disekolah maupun keluarga.

Kemudian Hendra menyarankan kepada guru agar anak didik membiasakan untuk menulis, tuliskan apa yang ada dipikiran dan lingkungan sekolah. Disitu akan terlihat dari hasil karyanya, murid akan lebih kenal dengan lingkungannya, sehingga akan ditemukan pemecahan malahnya baik oleh sekolah maupun keluarga.

Sosialisasi Pendidikan Keluarga dengan tema “Melalui pendidikan Keluarga Kita Tumbuh Kembangkan Karakter dan Budaya Prestasi Anak” di hadiri oleh kepala SMP, SD, TK dan PKBM sebagai peserta. Dari 147 undangan peserta 90 persen hadir mengikuti kegiatan ini, terang ketua panitia pelaksana Rustam Judin .***

Laporan : Fadil

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *