Transfer Pusat Tertunda Natuna Terancam Gagal ke PORPROV

Natuna ( kepripos.co.id)

Kepastian Natuna ikut kejuaran bergengsi tournamen tingkat Provensi ( PORPROV- red ) terancam gagal. Hasil keputusan rapat antara Dinas Pendidikan dan Olah Raga bersama KONI menyepakati Natuna tidak jadi ikut dalam Porprov Kepri tanggal 25 november mendatang.

Kadis Pendidikan dan Olah Raga Suherman melai selulernya kepada kepripos, sehubungan pemda tidak ada kepastian pencairan dana tournamen Porprov dan berdasarkan keputusan rapat dengan KONI tanggal 04 November 2018 bertempat di Rumah makan Basisir, Natuna tidak mengirimkan kontingen ke porperov apabila hanya memberangkat sebagian cabor saja.

Memang anggaran untuk pemberangkatan para kontingen kekejuaraan Porprov sudah dimasukkan dalam APBD, namun sampai saat ini dana tersebut belum bisa dicairkan, saya ( Dikpora-red) tidak bisa menjawab penyebab tidak bisa dicairkan dana yang dimaksud, terang Herman.

Ketua harian KONI Noorhidayat (Buyung-red) kepada media ini, kami berharap untuk bisa bertanding diporprov. Semua cabor jauh jauh hari sudah mempersiapkan untuk gala tersebut, bahkan sampai saat ini masih tersus berlatih. Harapiaran kami, pemda bisa mencari solusi secara bijak dan menemukan jalan keluarnya, harap Buyung.

Kami sudah berupaya dengan dana mandiri untuk melakukan pelatihan, namun untuk pemberangkatan seluruh cabor perlu ikut campur tangan pemerintah, apalagi sudah dianggarkan di APBD, terang Buyung.

Sekda Natuna Wan Siswandi saat di konfirmasi di ruang kerjanya (05/11), Kami ( pemerintah-red ) telah berusaha untuk mengirimkan kontingen, namun mata angaran yang sudah dianggar untuk itu bersumber dari dana bagi hasil dari pusat, sementara sampai hari ini ransefer dari pusat masih belum disalurkan juga. Langkah lain yang kami lakukan dengan cari mencari seponsor dari BUMN, Perbankan dan kontraktor besar, namun tidak menemukan jalan kuar juga.

Disatu sisi dana tunda salur masih belum ditransfer dari pusat bukan sedikit, yaitu mencapai 193 milyar Rupiah, Sehingga menjadi kendala bukan saja pada KONI , pembayar kegitan pembangunan pun tidak sesuai dengan tahapan pekerjaan, terang Sis.

Kekecewaan turucap oleh ketua cabor VBSI Natuna Zulkarnain, kami sudah melakukan tournamen dalam rangka mencari bibit tuk porprov, besar harapan kepada pemangku kepentingan mencari solusi, sehingga kami bisa mengikuti tuornaman yang hanya dilakukan 4 tahun sekali ini.

Lagi pula kami sudah melakukan izin ke orang tua dan sekolah, bagi mereka yang masih sekolah, tentu secara fisikis sangat terbebani bagi mereka jika gagal bertanding.***

Laporan : Fadil

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *