Wakil Bupati Natuna Tanam Padi Unggul SMK Pertanian

Natuna,(Kepripos.co.id)-

Swasembada beras di Natuna akan terwujud, persawahan yang ada di Natuna segera diproduksi dengan hasil panen meningkat. “Saya akan terus memantau pertumbuhan bibit padi yang di tanam hari ini”, ujar Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti pada penanam pada padi sawah atas kerjasama Pemerintah Desa Air Lengit, SMK Pertanian dan Kelompok Tani Air Lengit Kecamatan Bunguran Tengah , kamis (18/10).

Penanaman padi sawah perdana oleh Wakil Bupati didampingi Ketua DPRD Natuna Yusripandi, Kepala Dinas Pertanian, Tengku Fauzan Tambusai, Dandim 0318/Natuna diwakili oleh Pasintel, Kapten Inf. Narta dan Camat Bunguran Tengah, Saidir serta Pjs Kepala Desa Air Lengit, Sahikun dan Ketua BPD Air Lengit, Candra Adi Kusuma serta pihak Bank Riau Kepri, pemerintahan Desa Air Legit, dan Kepala SMK Pertanian Batubi Subihi beserta guru dan siswa, berjalan dengan baik.

Harapan Ngesti, hasil panennya nanti mencapai 5-7 ton gabah per hektar, agar menjadi motipasi untuk menggarap lahan sawah yang ada di Natuna dengan harapan Natuna menjadi bisa menjadi Swasembada beras. Kesemua ini bukan sekedar impian belaka, akan tetapi perlu dukungan dengan kerja nyata dan kerja tim yang solid. Mulai dari pematangan lahan sawah oleh petani dan siswa SMK Pertanian. Pembuatan pupuk organik yang menggunakan bahan alami, Alhamdulillah ucap Ngesti.

Kegiatan penanaman padi ini merupakan sebuah rangsangan, hendaknya kegiatan ini bisa dilaksanakan oleh seluruh Desa yang memiliki lahan sawah guna menuju swasembada beras di Natuna.
Melalui sambungan telpon, Kepela SMK Pertanian Batubi Natuna Subihi selaku produsen cairan micro organik siap membantu Petani Natuna.

Cairan micro organik M 11 merupakan microba yang berpungsi untuk membuat pupuk organaik, bahan baku seperti kotoran ternak, batang pisang dicincang, sekam padi, kemudian diaduk layaknya membuat pupuk organik umumnya, kemudian disiram dengan cairan M 11. Dalam waktu maksimal 10 hari, pupuk organik sudah bisa digunakan untuk pemupukan, untuk lebih jekasnya petani bisa minta pendampingan dengan kami ( SMK Pertanian ).

Sementara itu Bibit padi dan pupuk organik merupakan hasil karya SMK Pertanian ini bekerjasama dengan Bank Indonesia, terang Subihi.

Laporan : Fadil

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *