Wisata Diving Natuna Menjanjikan Perbaikan Ekonomi

RANAI – ( kepripos.co.id)-

Wisata Bahari Dasar Laut Natuna sungguh indah dengan keaneka ragaman biotanya. Wisata menyelam (diving- red) merupakan wisata yang paling di gemari oleh wisatawan asing maupun domestic. Peluang bisnis di disektor pariwisata ini jika dikelola dan ditekuni bisa mendatangkan rupiah dan devisa, hal ini disampaikan oleh kadis Pariwisata dan Kebudayan Kabupaten Natuna Erson Gempa Afriandi kepada kepripos.co.id di ruang kerjanya, kamis (1/2).

Kekayaan Natuna yang begitu menjanjikan untuk kesejahteraan masyarakat belum dikelola secara optimal, begitu juga dibidang kepariwisataan salah satunya pemamfaat terumbu karang.
Terumbu karang dilaut Natuna yang dikelilingi biota laut telah menggambarkan kepada kita semua bahwa begitu indah ciptaan Tuhan di laut Natuna. Sadar akan keindahan ini tentu kita harus mengambil bagian dari peluang dari sektor wisata diving , harap Erson.

Peningkatan sosial ekonomi bagi penyedia jasa diving cukup pantastis, hal ini bisa saya (Erson, red) temukan di Banyu wangi Jawa Timur pada saat kunjung kerja. Peningkatan sosial ekonominya bukan pada pengusahanya saja, akan tetapi semua yang terlibat dalam usaha tersebut, seperti pemandu diving ( guide, red) kuliner, souvenir dan lainnya, lanjut Erson.

Sehubungan dengan belum ada pengusaha ataupu BUMDes yang melirik pada usaha diving tersebut pihak dinas pariwisata telah menyiapkan sarana pendukung diving dan SDMnya, penyiapan ini dilakukan guna mengantisipasi jika sewaktu waktu ada kunjungan wisata ke Natuna, jelas Erson.

Di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Perikanan Hadi SuryantoJojo, S.Pi, M.Si (Jojo, red) kepada kepripos menerangkan, bahwa terumbu karang hidup di Natuna 75% masih cukup bagus untuk wisata diving, untuk satu spot yang berlokasi sekitar satu mil dari pulau Senoa saja memiliki hamparan karang kering sikitar 3 hektar. Nah, kelebihan karang kering ini didalamnya terdapat karang berbentuk goa yang dihiasi oleh biota laut seperti ikan karang yang berwarna warni, ikan bara kuda dan lainnya.

Kepuasan yang didapati pagi penyelam yaitu kejernihan air dari jarak 10 meter karang – karang hidup tampak dengan jelas, sautu yang menyenangkan dengan kedalam 20-25 meter saja penyelam sudah bersama ikan ikan menikmati indahnya karang dilaut Natuna, terang Jojo.

Tentu, harapan bersama adalah perhatian semua pihak supaya sumber daya alam bisa terjaga dengan baik, terutama perilaku penangkapan ikan yang salah harus ditiadakan, seperti dengan cara membius dan mengeboman. Karena cara ini akan merugikan industri kepariwisataan dan para nelayan itu sendiri , tutup Jojo.***

Kadis Pariwisata Kabupaten Natuna

Laporan : Fadil

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *